2014-01-13

TENTANG MELUKIS DENGAN PENSIL

BELAJAR MELUKIS
Lukisan pensil : Cara belajar melukis adalah memaksakan diri
 

Cara belajar melukis adalah memaksakan diri. Kita tau pelajaran melukis adalah pelajaran yang sulit di jelaskan dengan kata-kata, cara paling simple untuk menjelaskan adalah “terus melukis dan belajar sendiri” saat ada pertanyaan yang tak mampu kamu jawab,disinilah saatnya kita bertanya pada teman,atau pada dunia sekitar namun saat tak menemukan cara dan jawaban yang kita harapkan,kita akan kembali lagi pada diri sendiri karena kadang-kadang teman yang kita Tanya sebenarnya sudah menjawabnya tapi sulit di pahami dan di terima pemahaman kita, nah kalau sudah begini mending tidak usah banyak piker, kita mulai saja dengan praktek,praktek,dan praktek.
Cara belajar melukis yang paling mudah dan terbukti adalah dengan cara memaksakan diri..haha..mengulang ulang..nikmati rasa putus asa dan semangat yang jatuh bangun,awalnya semuanya ini memang butuh paksaan pada dasarnya kita ini banyak yang pemalas..terutama bagi laki2..itu yang saya rasakan. Mending tidak usah banyak pikir..kita mulai saja dengan praktek,praktek,dan praktek..cara belajar melukis yang paling mudah dan terbukti adalah dengan cara memaksakan diri, kita bertanya pada teman,atau pada dunia sekitar namun saat tak menemukancara dan jawaban yang kita harapkan,kita akan kembali lagi pada diri. praktek,praktek,dan praktek.. cara paling simple untuk menjelaskan adalah “terus melukis dan belajar sendiri” dengan cara memaksakan diri.
Cara belajar, bisa belajar langsung sama pelukis, dari buku-buku, browse di internet, yang pasti apapun cara belajar melukis. Harus Melukis Tiap Hari, itu kuncinya. Tiap sketsa yang dibuat, atau tiap warna yang ditoreh adalah pengalaman yang akan terus naik, jika konsisten. Jangan terpaku pada hasilnya harus bagus. Tapi bagaimana membuat suatu lukisan, misalnya gambar kartun itu menjadi bagus, tentu menurut kaidah seni yang standarnya susah katanya. Tapi tetap saja memiliki standar standar tertentu tentang keindahan, semisal, fokus, keseimbangan warna, komposisi, dll penting dalam belajar melukis.
Perbanyak sketsa lukis, kalo anda baru mulai, sketsa apapun target diri anda misalnya sehari 20 lembar sketsa pinsil. Ini berguna untuk keberanian tangan anda kelak, apapun aliran melukis. Kemudian pahami warna, banyak buku-buku yang menerangkan tentang warna.
1. warna netral, hitam dan putih.
2. warna primer, biru, merah, kuning
3. warna skunder, hijau (campuran dari biru dengan kuning) orange (merah dengan kuning) ungu (biru dengan merah) warna primer, jika ketiganya diaduk, menjadi cokelat. warna skunder, jika ketiganya diaduk, menjadi abu-abu.
Kemudian ada warna opposite, di mana antara kedua warna ini memiliki nilai kontras yang tinggi, tetapi bila dicampur menghasilkan warna gelap yang cukup asyik, yaitu antara kuning dengan ungu, biru dengan orange dan merah dengan hijau. ok dari segala cara apapun, yang terbaik dan termudah, adalah HARUS MELUKIS TIAP HARI, meski satu/dua jam. Perbanyak komunikasi dengan Tuhan, karena Dia Maha Indah. Dan dunia lukis memerlukan kesabaran dan perjuangan yang teguh dan konsisten.
Bagi pelukis pemula kebanyakan agak kesulitan ketika melukis wajah sebab wajah menggambarkan isi pikiran atau isi hati seseorang misalnya orang sedang senyum, marah, benci, dendam, cemberut, senang dan sebagainya.
Menggambar atau melukis foto wajah selain sebagai hobi dapat juga berguna untuk pengembangan kemampuan visual dalam menggambar sebuah objek yang realis, seperti objek manusia atau objek tiga dimensi lainnya dalam bidang dua dimensi.
Terdapat dua macam menggambar foto wajah; yang pertama yaitu memindahkan wajah dalam foto ke bidang gambar semirip mungkin dan yang kedua memindahkan wajah dalam foto ke bidang gambar hanya dengan mengambil esensi dari wajah yang akan digambar. Pada kasus yang pertama dibutuhkan kemampuan visual yang cermat serta pengetahuan dasar mengenai anatomi wajah manusia. Sedangkan pada kasus yang kedua selain memiliki kamampuan visual dan pengetahuan anatomi wajah, juga dibutuhkan kemampuan membaca karakter dari objek.

Berikut ini beberapa cara melukis wajah dengan pensil :
1. Tentukan Tema
Ketika anda hendak melukis wajah anda harus memastikan wajah yang anda gambar, apakah wajah senyum, cemberut, dan sebagainya. Selain itu tentukan wajah yang anda lukis itu apakah lak-laki atau perempuan apakah orang dewasa, remaja atau anak-anak. Jika anda sudah menentukan tema lukisan anda maka anda tinggal menggunakan insting melukis anda.

2. Pilih Model
Misalnya jika anda hendak melukis orang yang sedang sedih, maka anda harus mencari seorang model yang bisa berakting wajah yang bersedih. Maka anda harus bisa menjalin komunikasi yang baik dengan model anda.
3. Buat Seketsa
Membuat seketsa ini sangat penting agar wajah yang anda gambar bisa akurat. Buatlah seketsa wajah terlebih dahulu terutama di bagian dahi, alis, mata, hidung, mulut dan pipi. Sebab di bagian-bagian itulah yang bisa menggambarkan perasaan sesorang.
4. Perhatikan Obyek
Untuk mempermudah proses penggambaran, sangat dianjurkan untuk membiasakan mata kita melihat objek yang akan digambar, dalam hal ini foto wajah yang akan digambar. Peletakan objek yang akan digambar juga sebaiknya berdekatan atau seolah-olah berdekatan dengan bidang gambar. Arah mata kita harus selalu berpindah-pindah dari bidang objek ke bidang gambar.

2013-07-16

MAKALAH AGAMA

makalah agama kristen
makalah agama kristen


BAB I
KERUKUNAN

1.1.    PENERTIAN

            Kerukunan umat beragama adalah suatu bentuk sosialisasi yang damai dan tercipta berkat adanya toleransi agama. Toleransi agama adalah suatu sikap saling pengertian dan menghargai tanpa adanya rasa diskriminasi dalam hal apapun,khususnya dalam hal agama. Lalu adakah pentingnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia ? jawabannya adalah “iya”
Kerkunan Umat Beragama adalah hal yang sangat penting untuk mencapai sebuah kesejahteraan  hidup di negeri ini, seperti yang kita ketahui Indonesia memiliki keragamaan yang begitu banyak. Tak hanya masalah adat istiadat atau budaya seni,tapi juga termasuk agama.
Walau mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama islam, ada beberapa agama lain yang juga dianut penduduk ini. Kristen,khatolik,budha dan hindu adalah contoh agama yang juga banyak dipeluk oleh warga Indonesia.
Setiap agama tentu punya aturan masing-masing dalam beribadah. Namun perbedaan ini bukanlah alas an untuk berpecah belah. Sebagai satu saudara dalam tanah air yang sama, kita harus menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia agar Negara ini tetap menjadi satu kesatuan yang utuh.

1.2.    Macam-macam Kerukunan Umat Beragama di Indonesia :
1.      Kerukunan antar pemeluk agama yang sama, yaitu suatu bentuk kerukunan yang terjalin antar masyarakat penganut satu agama. Misalnya : kerukunan sesama umat islam atau kerukunan sesama penganut umat Kristen.

2.     Kerukunan antar umat beragama lain, yaitu suatu bentuk kerukunan yang terjalin antar masyarakat yang memeluk agama yang berbeda-beda. Misalnya : kerukunan antar umat islam dan Kristen, antara pemeluk agama Kristen dan budha atau kerukunan yang dilakukan oleh semua agama.


1.3.     menjaga Kerukunan Umat Beragama

1.    Menjunjung tinggi rasa toleransi antar umat beragama, baik sesame antar pemeluk agama yang sama maupun yang berbeda. Rasa toleransi dapat terbentuk dalam macam-macam hal Misalnya : perijinan pembangunan tempat ibadah oleh pemerintah, tidak saling mengejek dan mengganggu umat lain atau member waktu pada umat lain untuk beribadah bila memeang sudah waktunya. Banyak hal yang bias dilakukan untuk menunjukkan sikap toleransi. Hal ini sangat penting demi menjaga tali kerukunan umat beragama umat  di Indonesia
2.    Selalu siap membantu sesame, jangan melakukan diskriminasi terhadap suatu agama terutama saat mereka membutuhkan bantuan. Misalnya : di suati daerah di Indonesia mengalami bencana alam. Mayoritas penduduknya adalah pemeluk agama Kristen. Bagi anda pemeluk agama lain jangan lantas malas untuk membantu saudara sebangsa yang sedang kesusahan hanya karena perbadaan agama.
3.     Selalu jagalah rasa hormat pada orang lain tanpa memandang agama apa yang mereka anut. Misalnya : dengan selalu berbicara halus dam ramah. Hal ini tentu akan mempererat kerukunan umat beragama di Indonesia.
4.    Bila terjadi masalah yang menyangkut agama, tetap selesaikan dengan kepala dingin tanpa harus saling menyalahkan. Para pemuka agama,tokoh masyaraka dan pemerintah sangat diperlukan peranannya dalam pencapaian solusi yang baik dan tidak merugikan pihak manapun atau munkin malah menguntungkan pihak lain.

1.4.        Masalah Kerukunan hidup antar umat beragama
            Beberapa masalah kerukunan umat beragam di Indonesia, terdapa empat masalah
tentang kerukunan hidup umat beragama yang berkaitan dengan integrasi nasional, yaitu :
1.     Masalah mempersatukan aneka warna suku bangsa
2.     Masalah kerukunan antar umat beragama
3.     Masalah hubungan minoritas dan mayoritas
4. Masalah integrasi kebudayaan-kebudayaan di irian jaya dan timor timur dengan kebudayaan di Indonesia.
            Adapun focus dari kajian ini adalah berkaitan dengan masalah kerukunan, sehingga dapat dilepaskan dari masalah ketidakrukunan atau konflik. Konsep kerukunan umat beragama mengacu pada kerukunan yang terwujud diantara umat beragama dan bukan kerukunan agama.
Kajian mengenai kerukunan umat beragama terwujud dalam interaksi antar umat beragama. Ineraksi adalah hubungan timbale balik antara dua orang atau lebih yang masing-masing mempunyai identitas. Jika dalam interaksi yang terwujud agar umat agama yang berlainan saling menonjolkan identitas agama masing-masing, maka yang terjadi adalah ketidakrukunan, dan sebaliknya jika dalam interaksi dalam umat beragama tersebut masing-masing pihak tidak mengaktifkan atau tidak menyimpan identitasnya maka terjadilah kerukunan antar umat beragama.

1.5.    Faktor-faktor  yang menyebabkan timbulnya masalah kerukunan antara lain :
1.     Sikap prasangka stereotype etnik dan dijiwai oleh suasana persaingan yang tajam.
2.    Penyiaran agama yang ditujukan kepada kelompok yang sudah menganut agama.
3.    Penyendirian rumah beribadah, pendirian rumah ibadah kelompok minoritas ditengah kelompok mayoritas juga dapat mengganggu hubungan antar umat beragama, keyakinan yang bersifat mutlak ini menimbulkan penolakan yang bersifat mutlak pula terhadap kebenaran agama lain yang diyakini oleh pemiliknya sebagai kebenaran mutlak.

1.6.  POLA PEMBINAAN KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA
a.      Perlunya Kerukunan Hidup Beragama
1.     Manusia Indonesia satu bangsa, hidup dalam satu negara, satu ideologi Pancasila. Ini sebagai titik tolak pembangunan.
2.     Berbeda suku, adat dan agama saling memperkokoh persatuan.
3.     Kerukunan menjamin stabilitas sosial sebagai syarat mutlak pembangunan.
4.     Kerukunan dapat dikerahkan dan dimanfaatkan untuk kelancaran pembangunan.
5.     Ketidak rukunan menimbulkan bentrok dan perang agama, mengancam kelangsungan hidup bangsa dan negara.
6.     Pelita III: kehidupan keagamaan dan kepercayaan makin dikembangkan sehingga terbina hidup rukun di antara sesama umat beragama untuk memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa dalam membangun masyarakat.
7.     Kebebasan beragama merupakan beban dan tanggungjawab untuk memelihara ketentraman masyarakat.

1.7.       Kendala-Kendala
1.    Rendahnya Sikap Toleransi
            Menurut Dr. Ali Masrur, M.Ag, salah satu masalah dalam komunikasi antar agama sekarang ini, khususnya di Indonesia, adalah munculnya sikap toleransi malas-malasan (lazy tolerance) sebagaimana diungkapkan P. Knitter. Sikap ini muncul sebagai akibat dari pola perjumpaan tak langsung (indirect encounter) antar agama, khususnya menyangkut persoalan teologi yang sensitif. Sehingga kalangan umat beragama merasa enggan mendiskusikan masalah-masalah keimanan. Tentu saja, dialog yang lebih mendalam tidak terjadi, karena baik pihak yang berbeda keyakinan/agama sama-sama menjaga jarak satu sama lain. Masing-masing agama mengakui kebenaran agama lain, tetapi kemudian membiarkan satu sama lain bertindak dengan cara yang memuaskan masing-masing pihak. Yang terjadi hanyalah perjumpaan tak langsung, bukan perjumpaan sesungguhnya. Sehingga dapat menimbulkan sikap kecurigaan diantara beberapa pihak yang berbeda agama, maka akan timbullah yang dinamakan konflik.

2.    Kepentingan Politik
            Faktor Politik, Faktor ini terkadang menjadi faktor penting sebagai kendala dalam mncapai tujuan sebuah kerukunan anta umat beragama khususnya di Indonesia, jika bukan yang paling penting di antara faktor-faktor lainnya. Bisa saja sebuah kerukunan antar agama telah dibangun dengan bersusah payah selama bertahun-tahun atau mungkin berpuluh-puluh tahun, dan dengan demikian kita pun hampir memetik buahnya. Namun tiba-tiba saja muncul kekacauan politik yang ikut memengaruhi hubungan antaragama dan bahkan memorak-porandakannya seolah petir menyambar yang dengan mudahnya merontokkan “bangunan dialog” yang sedang kita selesaikan. Seperti yang sedang terjadi di negeri kita saat ini, kita tidak hanya menangis melihat political upheavels di negeri ini, tetapi lebih dari itu yang mengalir bukan lagi air mata, tetapi darah; darah saudara-saudara kita, yang mudah-mudahan diterima di sisi-Nya. Tanpa politik kita tidak bisa hidup secara tertib teratur dan bahkan tidak mampu membangun sebuah negara, tetapi dengan alasan politik juga kita seringkali menunggangi agama dan memanfaatkannya.

3.    Sikap Fanatisme
            Di kalangan Islam, pemahaman agama secara eksklusif juga ada dan berkembang. Bahkan akhir-akhir ini, di Indonesia telah tumbuh dan berkembang pemahaman keagamaan yang dapat dikategorikan sebagai Islam radikal dan fundamentalis, yakni pemahaman keagamaan yang menekankan praktik keagamaan tanpa melihat bagaimana sebuah ajaran agama seharusnya diadaptasikan dengan situasi dan kondisi masyarakat. Mereka masih berpandangan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan dapat menjamin keselamatan menusia. Jika orang ingin selamat, ia harus memeluk Islam. Segala perbuatan orang-orang non-Muslim, menurut perspektif aliran ini, tidak dapat diterima di sisi Allah.
Pandangan-pandangan semacam ini tidak mudah dikikis karena masing-masing sekte atau aliran dalam agama tertentu, Islam misalnya, juga memiliki agen-agen dan para pemimpinnya sendiri-sendiri. Islam tidak bergerak dari satu komando dan satu pemimpin. Ada banyak aliran dan ada banyak pemimpin agama dalam Islam yang antara satu sama lain memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang agamanya dan terkadang bertentangan. Tentu saja, dalam agama Kristen juga ada kelompok eksklusif seperti ini. Kelompok Evangelis, misalnya, berpendapat bahwa tujuan utama gereja adalah mengajak mereka yang percaya untuk meningkatkan keimanan dan mereka yang berada “di luar” untuk masuk dan bergabung. Bagi kelompok ini, hanya mereka yang bergabung dengan gereja yang akan dianugerahi salvation atau keselamatan abadi. Dengan saling mengandalkan pandangan-pandangan setiap sekte dalam agama teersebut, maka timbullah sikap fanatisme yang berlebihan.



BAB II
MASYARAKAT

2.1  PENGERTIAN MASYARAKAT
Masyarakat adalah suatu sistem sosial yang menghasilkan kebudayaan (Soerjono Soekanto, 1983). Sedangkan agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang berkaitan dengan kepercayaan tersebut. Sedangkan Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila: “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sejumlah agama di Indonesia berpengaruh secara kolektif terhadap politikekonomi dan budaya. Di tahun 2000, kira-kira 86,1% dari 240.271.522 penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam, 5,7% Protestan, 3% Katolik, 1,8% Hindu, dan 3,4% kepercayaan lainnya. Peran dan fungsi agama.
a.       Peran Agama dalam Masyarakat
Agama berperan  mengatur tentang bagaimana membentuk masyarakat yang madani. Agama juga yang mampu menciptakan kerukunan dalam kultur masyarakat yang majemuk. Seperti yang kita semua ketahui bahwa tidaklah mudah untuk hidup dalam perbedaan. Setiap perbedaan, utamanya perbedaan pendapat yang ada di masyarakat dapat memicu timbulnya perselisihan. Di sinilah posisi agama memainkan perannya yang penting sebagai penegak hukum dan menjaga agar masyarakat saling menghormati dan tunduk pada hukum yang berlaku. Jika dalam masyarakat agama sudah tidak dianggap memegang peran yang penting, dapat dipastikan kehidupan sosial masyarakat tersebut akan mengalami dekadensi moral dan kekacauan yang nantinya bakal meluas ke lingkup yang lebih luas, yakni bangsa dan negara. Dan ini merupakan ciri dari akan hancurnya dunia! Yah, kiamat sudah dekat jika agama telah hilang dari sendi-sendi kehidupan. Agama memainkan perannya yang sentral dalam hal kultur maupun kehidupan sosial kemasyarakatannya melalui nilai-nilai luhur yang diajarkannya. Diantara sekian banyak nilai-nilai yang terdapat dalam agama tersebut, nilai luhur yang paling banyak dan paling relevan dengan sosial kemasyarakatan adalah nilai spiritual yang tetap menjaga agar masyarakat tetap konsisten dalam menjaga stabilitas lingkungan, serta nilai kemanusiaan yang mengajarkan manusia agar dapat saling mengerti satu sama lain, serta dapat saling bertenggang rasa. Saling memahami antar masyarakat merupakan langkah awal yang bagus untuk membentuk masyarakat yang madani. Peran agama semakin kuat ditandai dengan semakin kuatnya peran ilmu pengetahuan diramalkan akan mencabut peran agama dalam masyarakat. Namun ramalan itu ternyata tidak sepenuhnya tepat. Hingga kini kita masih melihat kecenderungan kuatnya peran agama dalam masyarakat. Dalam masyarakat modern di kota-kota besar Indonesia, misalnya, menggambarkan adanya kegairahan dalam beragama. Maraknya acara-acara keagamaan dan bermunculannya tokoh-tokoh pendakwah muda menunjukkan adanya permintaan yang sangat besar dari masyarakat kota terhadap otoritas agama. Dalam industri televisi juga dapat dilihat dari begitu tingginya rating acara-acara yang bernuansa agama. Dapat disimpulkan bahwa semakin modern sebuah masyarakat tidak serta merta menggeser peran agama dalam kehidupan mereka. Dalam hal-hal tertentu memang kita saksikan adanya pergeseran. Dahulu, hampir semua persoalan sosial yang dialami masyarakat biasanya akan dikonsultasikan kepada tokoh agama. Mereka menjadi konsultan dari persoalan publik hingga problem keluarga. Modernisasi kemudian menggeser peran itu. Persoalan sosial tersebut kini sudah terfragmentasi dalam lembaga-lembaga khusus sesuai dengan keahlian dari pengelola lembaga tersebut. Jadi, dalam batas-batas tertentu modernisasi atau perkembangan ilmu pengetahuan memang telah menggeser posisi agama. Namun itu tidak serta merta dapat dimaknai bahwa agama akan kehilangan fungsi dan menghilang dengan sendirinya.
b.       Fungsi Agama dalam Masyarakat

Dalam kehidupan bermasyarakat, agama memiliki fungsi yang vital, yakni sebagai salah satu sumber hukum atau dijadikan sebagai norma. Agama telah mengatur bagaimana gambaran kehidupan sosial yang ideal, yang sesuai dengan fitrah manusia. Agama juga telah meberikan contoh yang konkret mengenai kisah-kisah kehidupan sosio-kultural manusia pada masa silam, yang dapat dijadikan contoh yang sangat baik bagi kehidupan bermasyarakat di masa sekarang. Kita dapat mengambil hikmah dari dalamnya. Meskipun tidak ada relevansinya dengan kehidupan masyarakat zaman sekarang sekalipun, setidaknya itu dapat dijadikan pelajaran yang berharga, misalnya agar tidak terjadi tragedi yang sama di masa yang akan datang. Seperti yang kita semua ketahui, sekarang banyak terdengar suara-suara miring mengenai Islam. Banyak orang kafir yang memanfaatkan situasi ini untuk memojokkan umat Islam di seluruh dunia dengan cara menyebarkan kebohongan-kebohongan. Menghembuskan fitnah yang deras ke dalam tubuh masyarakat Islam, sehingga membuat umat Islam itu sendiri merasa tidak yakin dengan keimanannya sendiri.


2.2  Penyebab konflik agama dalam masyarakat
            A. Perbedaan Doktrin dan Sikap Mental
Semua pihak umat beragama yang sedang terlibat dalam bentrokan masing-masing menyadari bahwa justru perbedaan doktrin itulah yang menjadi penyebab dari benturan itu. Entah sadar atau tidak, setiap pihak mempunyai gambaran tentang ajaran agamanya, membandingkan dengan ajaran agama lawan, memberikan penilaian atas agama sendiri dan agama lawannya. Dalam skala penilaian yang dibuat (subyektif) nilai tertinggi selalu diberikan kepada agamanya sendiri dan agama sendiri selalu dijadikan kelompok patokan, sedangkan lawan dinilai menurut patokan itu. Agama Islam dan Kristen di Indonesia, merupakan agama samawi (revealed religion), yang meyakini terbentuk dari wahyu Ilahi Karena itu memiliki rasa superior, sebagai agama yang berasal dari Tuhan. Di beberapa tempat terjadinya kerusuhan kelompok masyarakat Islam dari aliran sunni atau santri. Bagi golongan sunni, memandang Islam dalam keterkaitan dengan keanggotaan dalam umat, dengan demikian Islam adalah juga hukum dan politik di samping agama. Islam sebagai hubungan pribadi lebih dalam artian pemberlakuan hukum dan oleh sebab itu hubungan pribadi itu tidak boleh mengurangi solidaritas umat, sebagai masyarakat terbaik di hadapan Allah. Dan mereka masih berpikir tentang pembentukan negara dan masyarakat Islam di Indonesia. Kelompok ini begitu agresif, kurang toleran dan terkadang fanatik dan malah menganut garis keras. Karena itu, faktor perbedaan doktrin dan sikap mental dan kelompok masyarakat Islam dan Kristen punya andil sebagai pemicu konflik.
B. Perbedaan Suku dan Ras Pemeluk Agama
Tidak dapat dipungkiri bahwa perbedaan ras dan agama memperlebar jurang permusuhan antar bangsa. Perbedaan suku dan ras ditambah dengan perbedaan agama menjadi penyebab lebih kuat untuk menimbulkan perpecahan antar kelompok dalam masyarakat. Contoh di wilayah Indonesia, antara Suku Aceh dan Suku Batak di Sumatera Utara. Suku Aceh yang beragama Islam dan Suku Batak yang beragama Kristen; kedua suku itu hampir selalu hidup dalam ketegangan, bahkan dalam konflik fisik (sering terjadi), yang merugikan ketentraman dan keamanan. Di beberapa  tempat yang terjadi kerusuhan seperti: Situbondo, Tasikmalaya, dan Rengasdengklok, massa yang mengamuk adalah penduduk setempat dari Suku Madura di Jawa Timur, dan Suku Sunda di Jawa Barat. Sedangkan yang menjadi korban keganasan massa adalah kelompok pendatang yang umumnya dari Suku non Jawa dan dari Suku Tionghoa. Jadi, nampaknya perbedaan suku dan ras disertai perbedaan agama ikut memicu terjadinya konflik.
C. Perbedaan Tingkat Kebudayaan
Agama sebagai bagian dari budaya bangsa manusia. Kenyataan membuktikan perbedaan budaya berbagai bangsa di dunia tidak sama. Secara sederhana dapat dibedakan dua kategori budaya dalam masyarakat, yakni budaya tradisional dan budaya modern. Tempat-tempat terjadinya konflik antar kelompok masyarakat agama Islam - Kristen beberapa waktu yang lalu, nampak perbedaan antara dua kelompok yang konflik itu. Kelompok masyarakat setempat memiliki budaya yang sederhana atau tradisional: sedangkan kaum pendatang memiliki budaya yang lebih maju atau modern. Karena itu bentuk rumah gereja lebih berwajah budaya Barat yang mewah. Perbedaan budaya dalam kelompok masyarakat yang berbeda agama di suatu tempat atau daerah ternyata sebagai faktor pendorong yang ikut mempengaruhi terciptanya konflik antar kelompok agama di Indonesia.
D. Masalah Mayoritas da Minoritas Golongan Agama
Fenomena konflik sosial mempunyai aneka penyebab. Tetapi dalam masyarakat agama pluralitas penyebab terdekat adalah masalah mayoritas dan minoritas golongan agama. Di berbagai tempat terjadinya konflik, massa yang mengamuk adalah beragama Islam sebagai kelompok mayoritas; sedangkan kelompok yang ditekan dan mengalami kerugian fisik dan mental adalah orang Kristen yang minoritas di Indonesia. Sehingga nampak kelompok Islam yang mayoritas merasa berkuasa atas daerah yang didiami lebih dari kelompok minoritas yakni orang Kristen. Karena itu, di beberapa tempat orang Kristen sebagai kelompok minoritas sering mengalami kerugian fisik, seperti: pengrusakan dan pembakaran gedung-gedung ibadat.
2.3 Cara menyelesaikan konflik agama dalam masyarakat
·         Diadakannya pertemuan antara kedua belah pihak yang sedang konflik
Sehingga adanya komunikasi.
·         Dilakukannya mediasi
·         Dilakukan lewat jalur pengadilan
·         Diadakannya musyawarah
·         Memberikan pemahaman agama yang lebih mendalam kepada masyarakat yang sedang berkonflik agar konflik tidak terjadi lagi.





BAB III
BUDAYA
3.1.            PENGERTIAN BUDAYA
            Di dalam  Kamus Besar Bahasa Indonesia(1996: 149), disebutkan bahwa: “ budaya “ adalah pikiran, akal budi, adat istiadat. Sedang “kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia, seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat. Ahli sosiologi mengartikan kebudayaan dengan keseluruhan kecakapan (adat, akhlak, kesenian, ilmu dll). Sedang ahli sejarah mengartikan kebudayaan sebagai warisan atau tradisi. Bahkan ahli Antropogi melihat kebudayaan sebagai tata hidup,  way of life, dan kelakuan.
            Menurut Ki Hadjar Dewantoro Kebudayaan adalah "sesuatu" yang
berkembang secara kontinyu, konvergen, dan konsentris. Jadi
Kebudayaan bukanlah sesuatu yang statis, baku atau mutlak. Kebudayaan berkembang seiring dengan perkembangan evolusi batin maupun fisik manusia secara kolektif.
            Dari beberapa pendapat tersebut  dapat disimpulkan bahwa kebudayaan atau budaya menyangkut keseluruhan aspek kehidupan manusia baik material maupun non material.
3.2.        Pengertian Agama

2013-06-10

DATABASE


MEMBUAT DATABASE PENJUALAN PADA KOPERASI
Silahkan dibuka Microsoft Office Acces anda
Gambar 1.1

1.      Setelah terbuka klik Blank Database
2.      Gantikan  file nama boleh nama anda atau seperti yang saya buat Penjualan barang di Koperasi
3.      Pilih lokasi database yang anda inginkan
4.      Klik create

21Perhatikan Gambar 1.2
3
 

24Gambar 1.2
1.      Langkah selanjutnya kita harus membuat table, table-table yang kita buat yaitu :
a) Tabel_Barang
b) Tabel_Karyawan
c) Tabel_Data_Penj
d) Tabel_Hasil-Penj
a). Tabel_Barang
Untuk membuat tabel barang caranya,
1.      Klik Create
2.      21Pilih Table (table1:table akan muncul) (Gambar 2.2)
Rounded Rectangle: Table 1 : tableGambar 2.1

Rounded Rectangle: Gambar 2.2
 








3.      Klik kanan Table 1
4.      43Pilih Design View
Gambar 2.3

5.      Di table name ganti namanya menjadi Barang
6.      Kemudian klik ok
65
Gambar 2.4
Setelah itu kita akan melakukan pengisian field name, Data Type dan Description pada table BARANG

Kolom Field Name :
·         Kode_Barang      
·         Nama_barang
·         Satuan
·         Harga

Data Type :
·         Text
·         Text
·         Text
·         Number
Sesuaikan data type dari field name.

Description
Catatan jika diperlukan untuk di ingat

Setelah selesai pengisian di kolom-kolom
Klik di Kode_Barang kemudian klik primary key hingga gambar kunci ada di samping Kode_Barang.
Perhatikan Gambar
Fileld name yang di beri kunci
 
Primary  Key
 
Gambar 2.5
Setelah dibuat Design nya, lalu klik kanan pada Barang  pilih open/Klik di view akan keluar peritah kemudian do you want to save the table now? klik Yes,  
Rounded Rectangle: VIEWRounded Rectangle: KLIK KANAN OPEN
Gambar 2.6
lalu masukkan 10 database dibawah ini :

Kode_barang ;                                   Nama_Barang;
B001                                                   INDOMIE KARI AYAM
B002                                                   SAUS ABC SOML
B003                                                   KECAP ABC
B004                                                   SUSU BUBUK BENDERA
B005                                                   RINSO 1Kg
B006                                                   AQUA GALON
B007                                                   SIKAT GIGI
B008                                                   GULA PASIR 1Kg
B009                                                   SABUN MANDI
B010                                                   BERAS 20LT

Satuan ;                                  Harga ;
KARDUS                               40000
BOTOL                                   3000
BOTOL                                   2000
KOTAK                                  15000
PLASTIK                               12000
GALON                                  55000
PACK                                     8000
PLASTIK                               10000
PACK                                     15000 
KARUNG                              55000
Lihat Gambar 2.7
Gambar 2.7
Table BARANG telah selesai



selanjutnya kita buat Tabel_Karyawan :

b)      KARYAWAN :
Buat tabelnya sama seperti diatas hanya lalu Desain Viewnya kita buat lagi, dengan nama table KARYAWAN :

Field name ;   
Nik
Nama_Karyawan
Bagian
Data Type ;
Text
Text
Text

Liahat Gambar 3.1
Gambar 3.1
Setelah dibuat klik kanan pada Tabel_Karyawan kemudian pilih open/klik View kemudian Yes, lalu masukkan 10 database  dibawah ini :

Nik ;                Nama_Karyawan;                                         Bagian ;
K1001                            KIKI RESTANDANA                      PERSO
K1002                            ADITYA                                            AKTIVASI
K1003                            ALFIN                                                            ASSEMBLY
K1004                            IMAM                                                 ACCOUNTING
K1005                            SYAHID                                            ASSEMBLY
K1006                            WINDI                                               ADM
K1007                            ARI                                                     ADM
K1008                            HILDA                                               ACCOUNTING
K1009                            EVI                                                     PERSO
K1010                            CHIKA                                               ADM
Lihat Gambar 3.2
Gambar 3.2
Table Karyawan telah Selesai

C)      DETAIL_PENJUALAN

Buat tabel baru dengan nama DETAIL_PENJUALAN, kemudian DesignViewnya, buat seperti  dibawah ini :
Field Name;                           Data Type;
            No_Faktur                                           Text
Kode_Barang                                      Text
            Nama_Barang                                     Text
            Satuan                                                 Text
Harga                                                  Number
Jumlah                                                 Number
Perhatikan Gambar

Setelah dibuat klik kanan pada Tabel_Karyawan kemudian pilih open/klik View kemudian Yes, masukkan 10 database  dibawah ini :

DETAIL_PENJUALAN
No_Faktur
Kode_Barang
Nama_Barang
Satuan
Harga
Jumlah
F0001
B001
INDOMIE KARI AYAM
KARDUS
40000
2
F0002
B002
SOUS ABC SOML
BOTOL
3000
3
F0003
B003
KECAP ABC
BOTOL
2000
2
F0004
B004
SUSU BUBUK BENDERA
KOTAK
15000
4
F0005
B005
RINSO 1KG
PLASTIK
12000
1
F0006
B006
AQUA GALON
GALON
55000
5
F0007
B007
SIKAT GIGI
PACK
8000
5
F0008
B008
GULA PASIR 1KG
PLASTIK
10000
2
F0009
B009
SABUN MANDI
PACK
15000
3
F0010
B010
BERAS 2OLT
KARUNG
55000
1
Tabel
Gambar DETAIL_PENJUALAN
Gamabar
Table Detail penjualan Selesai

Sekarang Table terakhir Header_Penjualan







d)     HEADER_PENJUALAN
Buat tabel baru dengan nama HEADER_PENJUALAN, kemudian DesignViewnya, buat seperti  dibawah ini :

Field Name;                           Data Type;
No_Faktur                                           Text
Tanggal_Faktur                                   Date/Time
Nik                                                      Text
Date/Time generalnya di isi dengan Long Date
Perhatikan gambar
Rounded Rectangle: Long Date 

Setelah dibuat klik kanan pada HEADER_PENJUALAN kemudian pilih open/klik View kemudian Yes, masukkan 10 database pada table  dibawah ini :
HEADER_PENJUALAN
No_Faktur
Tanggal_Faktur
Nik
F0001
01,02,2012
K1001
F0002
01,15,2012
K1002
F0003
01,18,2012
K1003
F0004
02,20,2012
K1004
F0005
03,01,2012
K1005
F0006
03,10,2012
K1006
F0007
03,16,2012
K1007
F0008
03,25,2012
K1008
F0009
04,01,2012
K1009
F0010
04,05,2012
K1010
Di Tanggal_Faktur diatas Boleh juga penulisan seperti ini 2/18/2012 di database kita akan otomatis berganti seperti ini Saturday, February 18, 2012 itu guna dari Format dari Data Type di isi dengan Long Date.
Perhatikan Gambar
Gambar

Pembuatan table-table telah selesai